Kosa Kata Istilah Keamanan

Keamanan Di Kapal Pesiar

Keamanan adalah momok bagi perusahaan kapal pesiar. Terdapat kembali dua kelompok: penumpang dan pekerja. Penumpang harus menghadiri pelatihan keselamatan dalam waktu 24 jam setelah kapal berlayar. Biasanya, mereka tidak menganggap ini serius karena mereka berada dalam suasana liburan.

Anda bisa membandingkannya dengan kelakuan penumpang pesawat. Pramugari menjelaskan keamanan, tetapi penumpang tidak terlalu memerhatikan. Di sisi lain, pelatihan keselamatan sangat wajib bagi pekerja.

Pekerja wajib menghadiri pelatihan keselamatan. Tidak menghadirinya berarti pemecatan. Apabila Anda tidak menghadirinya, Anda harus melapor kepada nahkoda. Di kapal pesiar, Anda akan menerima informasi mengenai peran Anda sebagai petugas keamanan.

Jangan Jatuh Dari Kapal!

Anda harus segera menyadari ketika seseorang jatuh dari kapal, mereka memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk diselamatkan. Kapal pesiar terakhir saya berkecepatan lima puluh kilometer per jam. Hal ini berarti jika seseorang jatuh dari kapal, mereka akan tidak terlihat lagi dalam kejapan mata.

Kalau Anda melihat hal ini, bunyikan alarm, lempar ban pelampung, dan pantau terus orang tersebut. Sekarang ini, dari dermaga, bisa terdeteksi orang yang jatuh dari kapal. Meskipun demikian, tetap saja tidak ada jaminan bahwa orang tersebut akan ditemukan.

Pengenalan keselamatan

Area-area kru di atas kapal pesiar harus ditinjau berdasarkan fungsi, lokasi dan ukuran area-area tersebut. Area-area kru berbeda dengan area-area kerja di bangugan darat. Respons gerak kapal di laut didefinisikan dalam enam derajat kebebasan, yaitu pitch, roll, heave, sway, yaw dan surge. Gerakan ini menciptakan lingkungan yang berbeda secara signifikan dari sebuah bangunan stasioner. Desain dari kapal harus memperhitungkan gerakan tersebut serta berbagai peraturan keselamatan yang diterapkan pada kapal-kapal yang beroperasi di laut lepas. Kapal pesiar dibagi menjadi beberapa kompartemen kedap air. Untuk berpindah dari satu kompartemen kedap air ke yang lain, perlu untuk berjalan naik dan turun tangga dan/atau melalui pintu kedap air. Pintu-pintu ini dibuat agar menjadi berat dan padat, dan tidak mudah dibuka atau ditutup. Pintu kedap air ini dipersyaratkan oleh hukum untuk berada dalam posisi tertutup saat kapal berlayar, kecuali ketika ada orang yang melewatinya.

Pintu kedap air dan/atau pintu kedap cuaca juga diperlukan untuk melindungi sebagian besar tempat masuk kapal. Untuk mencegah pintu berayun-ayun di laut lepas, banyak dari pintu ini membutuhkan kekuatan besar untuk dibuka.

Selain konstruksi yang kuat dan persyaratan pembagian kapal menjadi kompartemen kedap air, kapal pesiar harus dibangun supaya berdikari (sanggup mencukupi keperluan sendiri) dalam keadaan darurat lainnya seperti kebakaran di laut. Hal ini menyebabkan diterapkannya persyaratan lain seperti pengadaan pintu berat yang kedap api, sekoci, rakit penolong, serta sistem pemadam kebakaran.

Tugas pelaut dan non-pelaut

Kapal berbeda dari bangunan di darat dan bangunan lainnya dalam hal tanggung jawab dan tugas orang yang bekerja di bangunan-bangunan tersebut. Awak kapal dari sebuah kapal pesiar diharuskan untuk memberikan instruksi, membantu penumpang atau, dengan cara lain, menanggapi kebutuhan setiap tamu dalam keadaan darurat.Konvensi Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (S.T.C.W.) mengakui pelaut sebagai orang yang telah terdaftar sebagai awak kapal/kru dari kapal (pelaut adalah semua orang yang telah mendaftarkan diri sebagai awak kapal: anggota staf navigasi, dek, departemen mesin, hotel, serta ahli kecantikan, penata rambut, staf bagian hiburan dll). Non-pelaut adalah semua orang selain yang telah disebut, mencakup penumpang, kontraktor, pekerja temporer di atas kapal untuk pekerjaan pemeliharaan, perbaikan atau instalasi.

Non-pelaut tidak diberikan tugas darurat, tidak bertanggung jawab untuk membantu orang lain dalam keadaan darurat, dan tidak diwajibkan untuk mengikuti pelatihan darurat khusus. Dalam keadaan darurat semua non-pelaut diwajibkan untuk melapor ke muster station (tempat berkumpul) mereka. Non-pelaut harus diberikan informasi tentang mengenali sistem alarm, tindakan apa yang harus diambil dalam keadaan ini, cara mengenakan baju pelampung serta cara untuk sampai ke muster station (tempat berkumpul) mereka. Mereka juga diwajibkan mengikuti emergency drills (latihan darurat).

Sementara, pelaut memang di berikan tanggung jawab dan tugas khusus yang harus dilakukan dalam keadaan darurat. Setiap pelaut dipersyaratkan oleh hukum untuk menjalani pelatihan khusus, tergantung pada sifat dari tugas darurat yang diberikan kepadanya. Setiap pelaut dipersyaratkan mengikuti pelatihan dasar tertentu yang bernama ““familiarization training” atau “pelatihan pengenalan” sebelum diberikan tugas-tugas di kapal.

Pelatihan pengenalan yang diwajibkan

Setiap pelaut, sesuai dengan Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (S.T.C.W.), harus mampu melakukan fungsi pekerjaan penting berikut ini:

  1. Berkomunikasi dengan orang lain di kapal tentang masalah keselamatan dasar dan memahami simbol-simbol informasi keselamatan, tanda-tanda dan sinyal alarm.
  2. Tahu apa yang harus dilakukan jika:
    a. Orang jatuh ke laut
    b. Alarm kebakaran atau alarm meninggalkan kapal dibunyikan
    c. Api atau asap dideteksi
  3. Menemukan dan mengenakan baju pelampung
  4. Bunyikan alarm dan memiliki pengetahuan dasar tentang penggunaan alat pemadam kebakaran portabel
  5. Segera mengambil tindakan saat berhadapan kecelakaan atau dalam keadaan
    darurat medis lainnya sebelum mencari bantuan medis lebih lanjut di kapal
  6. Buka dan tutup pintu-pintu kedap api, cuaca dan air yang dipasang pada kapal yang bersangkutan.

Selain mengetahui cara merawat dirinya dalam keadaan darurat, setiap pelaut diberikan tugas atau fungsi tertentu yang harus dilakukannya dalam keadaan darurat. Walaupun beberapa anggota kru membutuhkan pelatihan lebih maju daripada yang lain, tetapi setiap pelaut diwajibkan menjalani pelatihan tambahan agar memenuhi syarat untuk melaksanakan tugas tersebut.

Beberapa persyaratan pelatihan tambahan bagi pelaut dijelaskan sebagai berikut:

  1. Pelatihan dasar meliputi: kelangsungan hidup pribadi, pencegahan kebakaran, pemadaman kebakaran, pertolongan pertama dasar, keselamatan pribadi dan
    tanggung jawab sosial. Pelatihan dasar ini diperlukan untuk menjamin keselamatan kapal, penumpang dan awak kapal.
  2. Manajemen kerumunan/pengendalian orang banyak: pelatihan meliputi: pengetahuan tentang alat penyelamat nyawa dan rencana kontrol; kemampuan untuk menolong penumpang dengan memberikan instruksi; pengendalian penumpang; penjagaan jalan keluar agar bebas dari penghalang, mencari ruang akomodatif, memastikan penumpang mengenakan pakaian yang cocok dan mengenakan baju pelampung secara benar.
  3. Pelatihan keselamatan meliputi: kemampuan untuk berkomunikasi dengan
    penumpang dalam keadaan darurat dengan berbagai cara termasuk bahasa oral, isyarat tangan dan petunjuk/isyarat lain.
  4. Membantu orang dengan kebutuhan khusus: orang yang ditugaskan untuk membantu penumpang dengan kebutuhan khusus diwajibkan untuk menerima pelatihan khusus tentang bagaimana melakukan tugas ini dalam keadaan darurat.
  5. Pelatihan darurat umum dan pelatihan meninggalkan kapal: S.O.L.A.S. mengharuskan semua awak kapal untuk menerima pelatihan dan pelatihan kembali di atas kapal secara berkala dalam latihan kebakaran, latihan meninggalkan kapal dan penggunaan alat penyelamat nyawa milik kapal.

S.T.C.W. = The International Convention of Standards of Training Certification and Watchkeeping for Seafarers
S.O.L.A.S. = The International Convention on Safety of Life at Seas
I.M.O. = The International Maritime Organization
I.L.O. = The International Labor Organization
W.H.O. = The World Health Organization

Prosedur keselamatan

Di atas kapal, setiap karyawan kapal pesiar mendapatkan sebuah baju pelampung yang dapat disimpan dibawah tempat tidurnya. Di atas kapal, setiap karyawan akan menerima instruksi khusus mengenai latihan keselamatan/kebakaran (safety and fire drills) yang diadakan seminggu sekali atau dua mingguan. Semua latihan keselamatan/kebakaran wajib diikuti. Di atas kapal, setiap karyawan harus membiasakan dirinya dengan semua ketentuan dan peraturan keselamatan. Dasar-dasar keselamatan di atas kapal yang harus dimengerti adalah sebagai berikut: prosedur keselamatan; mengenali dan mengerti sinyal keselamatan; mengerti semua dasar dari prosedur pencegahan kebakaran, pemadaman kebakaran, penyelamatan nyawa dan pertolongan pertama.

Sinyal keadaan darurat

  1. Kebakaran dan darurat umum: Biasanya akan terdengar 7 kali suara alarm pendek diikuti satu kali alarm panjang.
  2. Meninggalkan kapal: Suara alarm berbunyi terus
  3. Orang jatuh ke laut: 1 kali alarm pendek, 1 kali alarm panjang, diulang.
  4. Pengendalian kerusakan: 3 kali alarm panjang

Tanda-tanda keselamatan

Setiap karyawan kapal pesiar harus mengerti semua tanda terkait dengan keselamatan di atas kapal. Dalam keadaan darurat, tanda-tanda ini akan membantu karyawan kapal pesiar untuk mengantar penumpang ke alat-alat penyelamat dan tempat-tempat yang lebih aman.

Keselamatan di atas kapal pesiar   Pengenalan keselamatan  Area-area kru di atas kapal pesiar harus ditinjau berdasarkan fungsi, lokasi dan ukuran area-area tersebut. Area-area kru berbeda dengan area-area kerja di bangugan darat. Respons gerak kapal di laut didefinisikan dalam enam derajat kebebasan, yaitu pitch, roll, heave, sway, yaw dan surge. Gerakan ini menciptakan lingkungan yang berbeda secara signifikan dari sebuah bangunan stasioner. Desain dari kapal harus memperhitungkan gerakan tersebut serta berbagai peraturan keselamatan yang diterapkan pada kapal-kapal yang beroperasi di laut lepas. Kapal pesiar dibagi menjadi beberapa kompartemen kedap air. Untuk berpindah dari satu kompartemen kedap air ke yang lain, perlu untuk berjalan naik dan turun tangga dan/atau melalui pintu kedap air. Pintu-pintu ini dibuat agar menjadi berat dan padat, dan tidak mudah dibuka atau ditutup. Pintu kedap air ini dipersyaratkan oleh hukum untuk berada dalam posisi tertutup saat kapal berlayar, kecuali ketika ada orang yang melewatinya. Pintu kedap air dan/atau pintu kedap cuaca juga diperlukan untuk melindungi sebagian besar tempat masuk kapal. Untuk mencegah pintu berayun-ayun di laut lepas, banyak dari pintu ini membutuhkan kekuatan besar untuk dibuka. Selain konstruksi yang kuat dan persyaratan pembagian kapal menjadi kompartemen kedap air, kapal pesiar harus dibangun supaya berdikari (sanggup mencukupi keperluan sendiri) dalam keadaan darurat lainnya seperti kebakaran di laut. Hal ini menyebabkan diterapkannya persyaratan lain seperti pengadaan pintu berat yang kedap api, sekoci, rakit penolong, serta sistem pemadam kebakaran.  Tugas pelaut dan non-pelaut  Kapal berbeda dari bangunan di darat dan bangunan lainnya dalam hal tanggung jawab dan tugas orang yang bekerja di bangunan-bangunan tersebut. Awak kapal dari sebuah kapal pesiar diharuskan untuk memberikan instruksi, membantu penumpang atau, dengan cara lain, menanggapi kebutuhan setiap tamu dalam keadaan darurat.Konvensi Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (S.T.C.W.) mengakui pelaut sebagai orang yang telah terdaftar sebagai awak kapal/kru dari kapal (pelaut adalah semua orang yang telah mendaftarkan diri sebagai awak kapal: anggota staf navigasi, dek, departemen mesin, hotel, serta ahli kecantikan, penata rambut, staf bagian hiburan dll). Non-pelaut adalah semua orang selain yang telah disebut, mencakup penumpang, kontraktor, pekerja temporer di atas kapal untuk pekerjaan pemeliharaan, perbaikan atau instalasi.   Non-pelaut tidak diberikan tugas darurat, tidak bertanggung jawab untuk membantu orang lain dalam keadaan darurat, dan tidak diwajibkan untuk mengikuti pelatihan darurat khusus. Dalam keadaan darurat semua non-pelaut diwajibkan untuk melapor ke muster station (tempat berkumpul) mereka. Non-pelaut harus diberikan informasi tentang mengenali sistem alarm, tindakan apa yang harus diambil dalam keadaan ini, cara mengenakan baju pelampung serta cara untuk sampai ke muster station (tempat berkumpul) mereka. Mereka juga diwajibkan mengikuti emergency drills (latihan darurat).  Sementara, pelaut memang di berikan tanggung jawab dan tugas khusus yang harus dilakukan dalam keadaan darurat. Setiap pelaut dipersyaratkan oleh hukum untuk menjalani pelatihan khusus, tergantung pada sifat dari tugas darurat yang diberikan kepadanya. Setiap pelaut dipersyaratkan mengikuti pelatihan dasar tertentu yang bernama ““familiarization training” atau “pelatihan pengenalan” sebelum diberikan tugas-tugas di kapal.  Pelatihan pengenalan yang diwajibkan Setiap pelaut, sesuai dengan Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (S.T.C.W.), harus mampu melakukan fungsi pekerjaan penting berikut ini: 1. Berkomunikasi dengan orang lain di kapal tentang masalah keselamatan dasar       dan memahami simbol-simbol informasi keselamatan, tanda-tanda dan sinyal alarm. 2. Tahu apa yang harus dilakukan jika:     a. Orang jatuh ke laut     b. Alarm kebakaran atau alarm meninggalkan kapal dibunyikan      c. Api atau asap dideteksi  3. Menemukan dan mengenakan baju pelampung 4. Bunyikan alarm dan memiliki pengetahuan dasar tentang penggunaan alat pemad        am kebakaran portabel  5. Segera mengambil tindakan saat berhadapan kecelakaan atau dalam keadaan      darurat medis lainnya sebelum mencari bantuan medis lebih lanjut di kapal 6. Buka dan tutup pintu-pintu kedap api, cuaca dan air yang dipasang pada kapal yang       bersangkutan.  Selain mengetahui cara merawat dirinya dalam keadaan darurat, setiap pelaut diberikan tugas atau fungsi tertentu yang harus dilakukannya dalam keadaan darurat. Walaupun beberapa anggota kru membutuhkan pelatihan lebih maju daripada yang lain, tetapi setiap pelaut diwajibkan menjalani pelatihan tambahan agar memenuhi syarat untuk melaksanakan tugas tersebut.  Beberapa persyaratan pelatihan tambahan bagi pelaut dijelaskan sebagai berikut: 1. Pelatihan dasar meliputi: kelangsungan hidup pribadi, pencegahan kebakaran, pe     madaman kebakaran, pertolongan pertama dasar, keselamatan pribadi dan      tanggung jawab sosial. Pelatihan dasar ini diperlukan untuk menjamin keselamatan     kapal, penumpang dan awak kapal. 2. Manajemen kerumunan/pengendalian orang banyak: pelatihan meliputi:     pengetahuan tentang alat penyelamat nyawa dan rencana kontrol; kemampuan     untuk menolong penumpang dengan memberikan instruksi; pengendalian     penumpang; penjagaan jalan keluar agar bebas dari penghalang, mencari ruang     akomodatif, memastikan penumpang mengenakan pakaian yang cocok dan     mengenakan baju pelampung secara benar. 3. Pelatihan keselamatan meliputi: kemampuan untuk berkomunikasi dengan      penumpang dalam keadaan darurat dengan berbagai cara termasuk bahasa oral,      isyarat tangan dan petunjuk/isyarat lain.  4. Membantu orang dengan kebutuhan khusus: orang yang ditugaskan untuk mem      bantu penumpang dengan kebutuhan khusus diwajibkan untuk menerima       pelatihan khusus tentang bagaimana melakukan tugas ini dalam keadaan darurat. 5. Pelatihan darurat umum dan pelatihan meninggalkan kapal: S.O.L.A.S.       mengharuskan semua awak kapal untuk menerima pelatihan dan pelatihan kembali      di atas kapal secara berkala dalam latihan kebakaran, latihan meninggalkan kapal      dan penggunaan alat penyelamat nyawa milik kapal.   S.T.C.W.    = The International convention of Standards of Training Certification 	                       and Watchkeeping for Seafarers S.O.L.A.S. = The International Convention on Safety of Life at Seas I.M.O.        = The International Maritime Organization I.L.O.         = The International Labor Organization W.H.O.      = The World Health Organization  Prosedur keselamatan  Di atas kapal, setiap karyawan kapal pesiar mendapatkan sebuah baju pelampung yang dapat disimpan dibawah tempat tidurnya. Di atas kapal, setiap karyawan akan menerima instruksi khusus mengenai latihan keselamatan/kebakaran (safety and fire drills) yang diadakan seminggu sekali atau dua mingguan. Semua latihan keselamatan/kebakaran wajib diikuti. Di atas kapal, setiap karyawan harus membiasakan dirinya dengan semua ketentuan dan peraturan keselamatan. Dasar-dasar keselamatan di atas kapal yang harus dimengerti adalah sebagai berikut: prosedur keselamatan; mengenali dan mengerti sinyal keselamatan; mengerti semua dasar dari prosedur pencegahan kebakaran, pemadaman kebakaran, penyelamatan nyawa dan pertolongan pertama.  Sinyal keadaan darurat  1. Kebakaran dan darurat umum: Biasanya akan terdengar 7 kali suara alarm pendek      diikuti satu kali alarm panjang.  2. Meninggalkan kapal: Suara alarm berbunyi terus 3. Orang jatuh ke laut: 1 kali alarm pendek, 1 kali alarm panjang, diulang. 4. Pengendalian kerusakan: 3 kali alarm panjang  Tanda-tanda keselamatan Setiap karyawan kapal pesiar harus mengerti semua tanda terkait dengan keselamatan di atas kapal. Dalam keadaan darurat, tanda-tanda ini akan membantu karyawan kapal pesiar untuk mengantar penumpang ke alat-alat penyelamat dan tempat-tempat yang lebih aman. 1
Keselamatan di atas kapal pesiar Pengenalan keselamatan Area-area kru di atas kapal pesiar harus ditinjau berdasarkan fungsi, lokasi dan ukuran area-area tersebut. Area-area kru berbeda dengan area-area kerja di bangugan darat. Respons gerak kapal di laut didefinisikan dalam enam derajat kebebasan, yaitu pitch, roll, heave, sway, yaw dan surge. Gerakan ini menciptakan lingkungan yang berbeda secara signifikan dari sebuah bangunan stasioner. Desain dari kapal harus memperhitungkan gerakan tersebut serta berbagai peraturan keselamatan yang diterapkan pada kapal-kapal yang beroperasi di laut lepas. Kapal pesiar dibagi menjadi beberapa kompartemen kedap air. Untuk berpindah dari satu kompartemen kedap air ke yang lain, perlu untuk berjalan naik dan turun tangga dan/atau melalui pintu kedap air. Pintu-pintu ini dibuat agar menjadi berat dan padat, dan tidak mudah dibuka atau ditutup. Pintu kedap air ini dipersyaratkan oleh hukum untuk berada dalam posisi tertutup saat kapal berlayar, kecuali ketika ada orang yang melewatinya. Pintu kedap air dan/atau pintu kedap cuaca juga diperlukan untuk melindungi sebagian besar tempat masuk kapal. Untuk mencegah pintu berayun-ayun di laut lepas, banyak dari pintu ini membutuhkan kekuatan besar untuk dibuka. Selain konstruksi yang kuat dan persyaratan pembagian kapal menjadi kompartemen kedap air, kapal pesiar harus dibangun supaya berdikari (sanggup mencukupi keperluan sendiri) dalam keadaan darurat lainnya seperti kebakaran di laut. Hal ini menyebabkan diterapkannya persyaratan lain seperti pengadaan pintu berat yang kedap api, sekoci, rakit penolong, serta sistem pemadam kebakaran. Tugas pelaut dan non-pelaut Kapal berbeda dari bangunan di darat dan bangunan lainnya dalam hal tanggung jawab dan tugas orang yang bekerja di bangunan-bangunan tersebut. Awak kapal dari sebuah kapal pesiar diharuskan untuk memberikan instruksi, membantu penumpang atau, dengan cara lain, menanggapi kebutuhan setiap tamu dalam keadaan darurat.Konvensi Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (S.T.C.W.) mengakui pelaut sebagai orang yang telah terdaftar sebagai awak kapal/kru dari kapal (pelaut adalah semua orang yang telah mendaftarkan diri sebagai awak kapal: anggota staf navigasi, dek, departemen mesin, hotel, serta ahli kecantikan, penata rambut, staf bagian hiburan dll). Non-pelaut adalah semua orang selain yang telah disebut, mencakup penumpang, kontraktor, pekerja temporer di atas kapal untuk pekerjaan pemeliharaan, perbaikan atau instalasi. Non-pelaut tidak diberikan tugas darurat, tidak bertanggung jawab untuk membantu orang lain dalam keadaan darurat, dan tidak diwajibkan untuk mengikuti pelatihan darurat khusus. Dalam keadaan darurat semua non-pelaut diwajibkan untuk melapor ke muster station (tempat berkumpul) mereka. Non-pelaut harus diberikan informasi tentang mengenali sistem alarm, tindakan apa yang harus diambil dalam keadaan ini, cara mengenakan baju pelampung serta cara untuk sampai ke muster station (tempat berkumpul) mereka. Mereka juga diwajibkan mengikuti emergency drills (latihan darurat). Sementara, pelaut memang di berikan tanggung jawab dan tugas khusus yang harus dilakukan dalam keadaan darurat. Setiap pelaut dipersyaratkan oleh hukum untuk menjalani pelatihan khusus, tergantung pada sifat dari tugas darurat yang diberikan kepadanya. Setiap pelaut dipersyaratkan mengikuti pelatihan dasar tertentu yang bernama ““familiarization training” atau “pelatihan pengenalan” sebelum diberikan tugas-tugas di kapal. Pelatihan pengenalan yang diwajibkan Setiap pelaut, sesuai dengan Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (S.T.C.W.), harus mampu melakukan fungsi pekerjaan penting berikut ini: 1. Berkomunikasi dengan orang lain di kapal tentang masalah keselamatan dasar dan memahami simbol-simbol informasi keselamatan, tanda-tanda dan sinyal alarm. 2. Tahu apa yang harus dilakukan jika: a. Orang jatuh ke laut b. Alarm kebakaran atau alarm meninggalkan kapal dibunyikan c. Api atau asap dideteksi 3. Menemukan dan mengenakan baju pelampung 4. Bunyikan alarm dan memiliki pengetahuan dasar tentang penggunaan alat pemad am kebakaran portabel 5. Segera mengambil tindakan saat berhadapan kecelakaan atau dalam keadaan darurat medis lainnya sebelum mencari bantuan medis lebih lanjut di kapal 6. Buka dan tutup pintu-pintu kedap api, cuaca dan air yang dipasang pada kapal yang bersangkutan. Selain mengetahui cara merawat dirinya dalam keadaan darurat, setiap pelaut diberikan tugas atau fungsi tertentu yang harus dilakukannya dalam keadaan darurat. Walaupun beberapa anggota kru membutuhkan pelatihan lebih maju daripada yang lain, tetapi setiap pelaut diwajibkan menjalani pelatihan tambahan agar memenuhi syarat untuk melaksanakan tugas tersebut. Beberapa persyaratan pelatihan tambahan bagi pelaut dijelaskan sebagai berikut: 1. Pelatihan dasar meliputi: kelangsungan hidup pribadi, pencegahan kebakaran, pe madaman kebakaran, pertolongan pertama dasar, keselamatan pribadi dan tanggung jawab sosial. Pelatihan dasar ini diperlukan untuk menjamin keselamatan kapal, penumpang dan awak kapal. 2. Manajemen kerumunan/pengendalian orang banyak: pelatihan meliputi: pengetahuan tentang alat penyelamat nyawa dan rencana kontrol; kemampuan untuk menolong penumpang dengan memberikan instruksi; pengendalian penumpang; penjagaan jalan keluar agar bebas dari penghalang, mencari ruang akomodatif, memastikan penumpang mengenakan pakaian yang cocok dan mengenakan baju pelampung secara benar. 3. Pelatihan keselamatan meliputi: kemampuan untuk berkomunikasi dengan penumpang dalam keadaan darurat dengan berbagai cara termasuk bahasa oral, isyarat tangan dan petunjuk/isyarat lain. 4. Membantu orang dengan kebutuhan khusus: orang yang ditugaskan untuk mem bantu penumpang dengan kebutuhan khusus diwajibkan untuk menerima pelatihan khusus tentang bagaimana melakukan tugas ini dalam keadaan darurat. 5. Pelatihan darurat umum dan pelatihan meninggalkan kapal: S.O.L.A.S. mengharuskan semua awak kapal untuk menerima pelatihan dan pelatihan kembali di atas kapal secara berkala dalam latihan kebakaran, latihan meninggalkan kapal dan penggunaan alat penyelamat nyawa milik kapal. S.T.C.W. = The International convention of Standards of Training Certification and Watchkeeping for Seafarers S.O.L.A.S. = The International Convention on Safety of Life at Seas I.M.O. = The International Maritime Organization I.L.O. = The International Labor Organization W.H.O. = The World Health Organization Prosedur keselamatan Di atas kapal, setiap karyawan kapal pesiar mendapatkan sebuah baju pelampung yang dapat disimpan dibawah tempat tidurnya. Di atas kapal, setiap karyawan akan menerima instruksi khusus mengenai latihan keselamatan/kebakaran (safety and fire drills) yang diadakan seminggu sekali atau dua mingguan. Semua latihan keselamatan/kebakaran wajib diikuti. Di atas kapal, setiap karyawan harus membiasakan dirinya dengan semua ketentuan dan peraturan keselamatan. Dasar-dasar keselamatan di atas kapal yang harus dimengerti adalah sebagai berikut: prosedur keselamatan; mengenali dan mengerti sinyal keselamatan; mengerti semua dasar dari prosedur pencegahan kebakaran, pemadaman kebakaran, penyelamatan nyawa dan pertolongan pertama. Sinyal keadaan darurat 1. Kebakaran dan darurat umum: Biasanya akan terdengar 7 kali suara alarm pendek diikuti satu kali alarm panjang. 2. Meninggalkan kapal: Suara alarm berbunyi terus 3. Orang jatuh ke laut: 1 kali alarm pendek, 1 kali alarm panjang, diulang. 4. Pengendalian kerusakan: 3 kali alarm panjang Tanda-tanda keselamatan Setiap karyawan kapal pesiar harus mengerti semua tanda terkait dengan keselamatan di atas kapal. Dalam keadaan darurat, tanda-tanda ini akan membantu karyawan kapal pesiar untuk mengantar penumpang ke alat-alat penyelamat dan tempat-tempat yang lebih aman. 2

Langkah-langkah pencegahan kebakaran

  1. Dilarang merokok di tempat tidur; jika Anda tertidur, ini bisa sangat berbahaya dan menyebabkan kebakaran.
  2. Dilarang membuang rokok ke laut; rokok itu bisa jatuh pada kapal.
  3. Untuk membuang abu dan puntung rokok, hanya menggunakan asbak yang disediakan di beberapa tempat khusus merokok di atas kapal.
  4. Laporkan cacat listrik kepada atasan Anda segera; Dia akan menghubungi departemen maintenance/pemeliharaan.

Instruksi dalam keadaan kebakaran

Langkah-langkah pencegahan kebakaran memang sangat penting, tetapi apabila terjadi kebakaran setiap karyawan kapal pesiar harus ikuti pedoman/instruksi keselamatan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan kapal pesiar. Setiap karyawan kapal pesiar harus mengerti tugasnya sendiri dalam keadaan kebakaran. Semua karyawan kapal pesiar ini akan diinformasikan oleh petugas keselamatan tentang topik ini dan tugas mereka masing-masing selama latihan keselamatan (safety drills) dan/atau di pertemuan khusus.

Dalam keadaan kebakaran, setiap karyawan kapal pesiar harus segera laporkan kejadian ini kepada anjungan. Anda dapat menggunakan telpon-telpon pada kapal, atau memecahkan kaca kotak alarm kebakaran manual (manual fire alarm). Anda juga dapat menggunakan alat pemadam api, selang pedaman api, alat pemadam api busa atau materi lain apapun yang dapat membantu memadamkan kebakaran tersebut yang tersedia di setiap bagian dari kapal. Jika Anda bunyikan alarm tetapi ternyata tidak ada kebakaran (false alarm), Anda tidak akan disalahkan atau dihukum. Justru sebaliknya, tindakan cepat dalam keadaan kebakaran memang sangat penting bagi semua orang di kapal.

Di dalam ruangan yang penuh dengan asap, udara yang paling dekat lantai mengandung asap paling sedikit. Oleh karena ini, di situasi ini setiap karyawan kapal pesiar harus merangkak di bawah level asap. Kapal-kapal memiliki pencahayaan/lampu-lampu pada level rendah yang justru berfungsi sebagai alat pemandu. Mungkin Anda pernah lihat lampu-lampu seperti ini di pesawat terbang juga.

Para karyawan kapal pesiar juga harus mengingat bahwa jika Anda berada di dalam ruangan yang penuh dengan asap, Anda harus coba untuk memastikan di mana posisi Anda di dalam ruangan tersebut. Ini dapat membantu Anda untuk mencari jalan keluar. Berfokuslah pada kursi, meja dll..

Bagi para karyawan kapal pesiar yang memakai alat bantu napas dan/atau para asistennya, isyarat/sinyal tali harus diketahui:

a. 1 tarikan panjang berarti “berikan saya lebih banyak tali”.
b. 2 tarikan panjang berarti “pegang tali kencang”.
c. 3 tarikan panjang berarti “pandu saya keluar”

Semua tamu dan karyawan kapal pesiar harus berkumpul pada muster station (tempat berkumpul) mereka masing-masing. Di sana, mereka harus tunggu instruksi dari petugas keselamatan atau orang lain yang bertanggung jawab.

Semua kapal pesiar dibagi ke dalam zona-zona kedap api vertikal dengan sekat yang menahan api. Dalam keadaan kebakaran atau darurat apapun lain, zona vertikal tersebut memberi akses kepada dek embarkasi (di mana orang dapat turun ke sekoci). Semua kapal pesiar juga dibagi menjadi kompartemen-kompartemen kedap api.

Pintu-pintu di area ini merupakan pintu pemblokir api (fire screen doors) yang dapat dikendalikan dari anjungan ataupun secara manual. Dengan menutup pintu pemblokir api ini, sebuah kebakaran dapat dikontrol dan isolasikan di dalam satu area tertentu saja. Pada saat terjadi kebakaran di atas kapal, penting sekali untuk memutuskan aliran udara kepada area yang terkena kebakaran tersebut. Peredam kebakaran (fire dampers), yang terdapat di setiap bagian dari kapal, menutup aliran udara dalam keadaan kebakaran secara otomatis. Ada juga beberapa sistem pendeteksi kebakaran di atas kapal, seperti alat pendeteksi asap dan panas; alarm kebakaran manual; patroli kebakaran; dan sistem semprotan air.

Di atas kapal, beberapa jenis alat pemadam kebakaran yang tersedia. Masing-masing jenis kebakaran membutuhkan alat pemadam khusus. Jenis alat pemadam kebakaran yang tersedia antara lain: alat pemadam busa, alat pemadam kimia kering, dan alat pemadam CO² (karbon dioksida).

Pintu-pintu kedap air

Pintu-pintu kedap air dirancang secara khusus untuk mencegah pergerakan air melalui ambang pintu. Pintu-pintu ini melindungi kompartemen-kompartemen khusus di kapal yang kedap air dalam keadaan darurat seperti: benturan, banjir, kandas dll. Terdapat berbagai macam pintu kedap air di atas kapal seperti pintu mekanis, hidrolik dan manual.

Sekoci

Di atas kapal pesiar, jelas ada beberapa sekoci dan/atau rakit penolong. Sekoci pada sisi kanan kapal (starboard) memiliki bilangan ganjil, sedangkan sekoci pada sisi kiri kapal (portside) memiliki bilangan genap. Sekoci sering digunakan sebagai alat/perahu penyelamat (sebagian kapal memiliki perahu penyelamat khusus). Misalnya, apabila orang jatuh ke laut, atau dalam situasi darurat apapun lain, maka sekoci diturunkan oleh alat gravity davit (dewi-dewi). Karyawan-karyawan kapal pesiar yang berkumpul di area sekoci harus mampu menurunkan sekoci sendiri pada saat latihan, atau dalam situasi darurat nyata. Sekoci dilengkapi dengan banyak item yang memungkinkan penumpangnya bertahan hidup selama beberapa hari di laut lepas.

Rakit Penolong / Rakit Penyelamat

Kapal pesiar juga dilengkapi dengan rakit penolong (juga disebut rakit penyelamat). Rakit penolong ini juga mengandung banyak item dan perlengkapan yang memungkinkan penumpangnya bertahan hidup selama beberapa hari di laut lepas.

Tindakan yang harus diambil ketika semua orang sudah menaiki sekoci atau rakit penolong

Semua perintah yang disampaikan oleh pemimpin sekoci/rakit penolong harus diikuti. Ketika semua orang sudah menaiki sekoci atau rakit penolong, karyawan-karyawan kapal pesiar harus menurunkan perahu ini dengan selamat. Begitu sampai di permukaan laut, pentinglah untuk menjauh dari kapal pesiar secepat mungkin. Karyawan-karyawan kapal pesiar harus mencoba untuk mencari orang selamat di laut serta mendengarkan suara/bunyi dari orang tersebut. Di sekoci/rakit penolong, penumpang dan kru harus dilindungi dari hujan, angin dll. Orang yang cidera atau mengalami mabuk laut harus diobati sesegara mungkin.



Safety / Emergency terms

Istilah Keselamatan / Darurat

A person falls overboardOrang jatuh ke laut
Abandon ship drillsLatihan meninggalkan kapal
Abandon shipMeninggalkan kapal
Access doorPintu akses
Access to embarkation deckAkses ke dek embarkasi (lantai tempat sekoci diturunkan)
AccessAkses
Air flowAliran udara
Alarm bellBel Alarm
Alarm systemSistem alarm
Assembly stationTempat berkumpul kru atau penumpang
Automatic sprinkler systemSistem alat pemancar air otomatis
Basics of fire fightingDasar-dasar pemadaman kebakaran
Basics of fire preventionDasar-dasar pencegahan kebakaran
BellBel/Lonceng
BlastSuara (alarm/bel)
Boat drillLatihan keselamatan kapal
Boatdrills are mandatoryLatihan keselamatan kapal diwajibkan
BoatlightsLampu-lampu kapal
Breathing apparatusAlat bantu pernapasan
Buoy markPenanda bui/rambu pelampung
BuoyBui/Rambu pelampung
Child´s lifejacketBaju pelampung anak-anak
CollisionTabrakan/Benturan
Contact maintenanceMempertahankan kontak
Continuous blastSuara alarm berbunyi terus
Control plansRencana-rencana pengendalian
CoxswainPengemudi (sekoci, kolek, perahu kecil dsb)
CraftKendaraan (kendaraan laut)
Crew gives directionsAwak kapal/kru memberi instruksi
Crew muster stationTempat berkumpul kru (dlm keadaan darurat)
CrewmembersAnggota kru/Awak kapal
Cruise line employee has to familiarize himself with safety rules and regulations,Karyawan perusahaan harus membiasakan dirinya dengan ketentuan dan peraturan keselamatan
Damaged areaArea yang rusak/hancur
Davit launched liferaftRakit penolong yang diluncurkan/diturunkan dengan Davit/Dewi-Dewi
DavitAlat pengangkat/penurun/pelempar sekoci (dewi-dewi)
Direction indicatorIndikator arah
Distress flaresCerawat/suar yang mengisyaratkan bahaya/pertolongan diperlukan
Do not throw cigarettes overboardJangan membuang rokok ke laut
Don lifejacketKenakan baju pelampung
Elementary first aidPertolongan pertama dasar
Embarkation ladderTangga embarkasi (untuk turun ke sekoci)
Embarkation stationTempat kumpul embarkasi (di mana orang kumpul utk pindah ke sekoci)
Emergency dutiesTugas dalam keadaan darurat
Emergency escapeJalan keluar vertikal dalam keadaan darurat
Emergency exit indicatorIndikator pintu darurat
Emergency exitPintu darurat
Emergency instructionsPetunjuk keadaan darurat
Emergency lightingLampu-lampu darurat
Emergency signalsSinyal darurat
Emergency telephone stationTempat telpon dalam keadaan darurat
Escape routes free of obstructionsJalan keluar vertikal (dlm keadaan darurat) dijaga supaya bebas dari penghalang
Escape routesJalan keluar (dlm keadaan darurat)
Evacuation by air ambulanceEvakuasi dengan ambulans udara (helikopter)
Evacuation chuteSelubung peluncur untuk evakuasi pada waktu keadaan darurat
Evacuation slideSeluncuran evakuasi
Event of an emergencyDalam keadaan darurat
ExitKeluar
Failure defectCacat yang menyebabkan kegagalan
Fasten seat beltsKencangkan sabuk pengaman
Fire at seaKebakaran di laut
Fire axeKapak kebakaran
Fire dampersAlat peredam kebakaran
Fire detection systemSistem pendeteksi kebakaran
Fire drills held weeklyLatihan kebakaran diadakan setiap minggu
Fire drillsLatihan kebakaran
Fire escapeTangga kebakaran/Jalan keluar pada saat kebakaran
Firefighting systemSistem pemadam kebakaran
Fire fightingPemadaman kebakaran
Fire hazardBahan/benda yang beresiko terhadap bahaya kebakaran
Fire hosesSelang pemadam kebakaran
Fire hydrantAlat pemadam kebakaran
Fire on-boardKebakaran di atas kapal
Fire or abandon ship alarm is soundedAlarm kebakaran atau meninggalkan kapal dibunyikan
Fire or smoke is detectedApi atau asap dideteksi
Fire preventionPencegahaan kebakaran
Fire resistant doorsPintu kedap api
Fire screen doorsPintu pemblokir api
Fire squadsTim pemadam kebakaran
Fireproof compartmentsKompartemen kedap api
Fireproof zonesZona kedap api
First aid kitPerlengkapan pertolongan pertama
First aid proceduresProsedur pertolongan pertama
First aidPertolongan pertama
FlamesLidah api
FlareCerawat/Suar
FloodingBanjir
Foam extinguisherAlat pemadam kebakaran yang menggunakan busa
Follow the guidelinesIkuti pedoman
Gravity davitsAlat pengangkat/penurun/pelempar sekoci (dewi-dewi)
Heat detectorsAlat pendeteksi panas
HoseSelang
HospitalRumah Sakit
Illuminated lettersHuruf-huruf yang diterangi
Immersion suiteBaju cebur/Baju pelindung panas
Life raft crewAwak rakit penolong
Life raftRakit penolong
Life saving appliancesAlat-alat penyelamat nyawa
Life savingPenyelamatan nyawa
LifeboatSekoci
Lifebuoy with light and smokePelampung penolong dengan lampu dan asap
Lifebuoy with lightPelampung penolong dengan lampu
Lifebuoy with linePelampung penolong dengan tali
LifebuoyPelampung penolong
LifejacketBaju pelampung
Light houseMercusuar
Line throwing applianceAlat yang melempar tali
Locate and don lifejacketsMenemukan dan mengenakan baju pelampung
Long blastSuara alarm panjang
Long pullTarikan panjang
Low level lightingPencahayaan tingkat rendah
Lower lifeboat to waterTurunkan sekoci ke permukaan air
Lower liferaft to waterTurunkan rakit penolong ke permukaan air
Lower rescue boat to waterTurunkan perahu penolong ke permukaan air
Man overboard portsideOrang jatuh ke laut di sisi kiri kapal
Man overboard starboardOrang jatuh ke laut di sisi kanan kapal
Manual fire alarmAlarm kebakaran manual
Medical emergencyDarurat medis
Multiple watertight compartmentsBeberapa kompartemen kedap air
Muster stationTempat berkumpul
No smoking in bedDilarang merokok di tempat tidur
Non-seafarersNon-pelaut
Operated from the bridgeDioperasikan dari anjungan
Oxygen breathing apparatusAlat pembantu pernapasan oksigen
Personal safetyKeselamatan pribadi
Personal survivalKelangsungan hidup pribadi
Portable fire extinguishersAlat pemadam kebakaran portabel
Portside has even numbersSisi kiri kapal memiliki bilangan genap
PortsideSisi kiri kapal
PullDaya Tarik kapal
Radio transponderTransponder radio
Raise the alarmBunyikan alarm
Red for portsideMerah untuk sisi kiri kapal
Release fallsPenurunan dan pelepasan sekoci
Report electric defectsLaporkan cacat listrik
Report to the bridgeMelapor ke anjungan
Rescue boatsPerahu penolong
Resisting bulkheadsSekat kedap air
Rocket parachute flaresCerawat parasut roket
Running lightsLampu berjalan (lampu navigasi)
S.C.U.B.A.S.C.U.B.A. singkatan dari Self Contained Underwater Breathing Apparatus
SafeguardMelindungi
Safer placesTempat-tempat lebih aman
Safety information symbolsSimbol informasi keselamatan
Safety of the ship, passengers and crewKeselamatan kapal, penumpang dan kru
Safety proceduresProsedur keselamatan
Safety regulationsPeraturan keselamatan
Safety signalsSinyal-sinyal keselamatan
Safety signsTanda-tanda keselamatan
SeafarersPelaut
Secure hatchesMengamankan/Tutup palkah (lubang pada dek kapal)
Short blastSuara alarm pendek
SmokeAsap
Social responsibilitiesTanggung jawab social
StairwaysTangga
Starboard side has odd numbersSisi kanan kapal memiliki bilangan ganjil
Starboard sideSisi kiri kapal
StarboardKiri kapal
Start engineMulai mesin
StrandingTerdampar/kandas
Survival craft portable radioRadio portabel di sekoci
Survival craft pyrotechnic distress signalsIsyarat darurat piroteknik di sekoci
Survive a shipboard fireBertahan hidup dalam keadaan kebakaran di atas kapal
Survive at seaBertahan hidup di laut lepas
SurviveBertahan hidup
The pilot advises the captainPilot menyarankan nakhoda
The safety of ships at seaKeselamatan kapal di laut
ThunderstormBadai petir
To ascertain damageMenentukan kerusakan
To lower a boatTurunkan perahu/rakit
To run agroundKandas
To sustain damageMengalami kerusakan
Trauma treatmentPerawatan trauma
Use only ashtraysHanya menggunakan asbak
Vertical fire proof zonesZona kedap api vertikal
VictimKorban
Violent stormBadai bergelora
VisibleKelihatan
VomitingMuntah
Wait for instructionsTunggu instruksi
Weekly passenger and lifeboat drillLatihan penumpang dan sekoci mingguan
Zodiac rubber inflatable craft zodiacPerahu karet zodiac (dapat dikembungkan)
ZoneZona


Ship board Terms / Istilah yang digunakan di kapal

TermPenjelasan
A
A / VSingkatan dari ´Audio Visual´
A.R.T.A.Singkatan dari: Association of Retail Travel Agents/Asosiasi Agen Perjalanan Ritel
AbeamTerletak di sisi kapal pada sudut siku dengan panjangnya
Above boardKabin terletak di atas permukaan air
Accommodation ladderTangga lipat eksternal, digunakan untuk naik kapal dari perahu pilot dll Alleyway lorong/gang atau koridor di kapal
Affected areaArea yang terkena (rusak/terbakar) di kapal
AftBagian belakang kapal / mengarah ke bagian belakang kapal
AheadTerletak di depan haluan
Air / SeaDua bentuk perjalanan; terbang di udara dan berlayar di laut
AloftDi atas struktur atas kapal seperti pada atau dekat puncak tiang kapal (masthead)
AlongsideSisi kapal, bila di samping kapal lain atau dermaga
AmidshipsDi tengah atau dekat tengah kapal
AnchorJika kapal berada di laut, satu jangkar atau lebih diturunkan ke dasar laut untuk menstabilkan kapal tersebut dan mencegah kapal dari hanyut
Anchor ballBola hitam yang dikibarkan di haluan untuk menandakan bahwa kapal sedang berlabuh
Assist as directedMenunggu perintah
AsternTerletak di belakang kapal
AvastBerhenti
B
BackwashAir yang terganggu, disebabkan oleh aksi baling-baling saat kapal sedang mundur
Baggage allowanceJumlah bagasi yang dapat dibawa oleh penumpang ke kapal pesiar/ pesawat
BallastBerat tambahan yang ditempatkan di tempat kargo/barang kapal
BarGundukan pasir, sering disebabkan oleh arus pantai
Bar departmentDepartemen yang menangani operasi minuman keras seperti anggur, spirit, dan cocktail, di mana diperlukan dalam departemen masing-masing
Batten downMengamankan pintu atau jendela yang terbuka atau peralatan yang dapat jatuh selama kapal sedang berlayar
BeamLebar kapal pada bagian terlebarnya
BearingArah kapal
Beauty salon departmentDepartemen yang bertanggung jawab untuk perawatan rambut dan semua kebutuhan kecantikan penumpang/awak kapal
Below the lower decks, to go to lower decksDi bawah dek bawah; pergi ke dek bawah
Berth dock or pierTempat untuk turunkan jangkar atau berlabuh
BilgeRuang di bagian paling bawah dari infrastruktur kapal
BinnacleKompas kapal
BlastSuara klakson kapal
BoatPerahu dibawa di atas kapal, misalnya sekoci
Boat drillLatihan keselamatan di atas kapal
BowBagian depan kapal
BowthrusterPerangkat untuk mendorong kapal lepas dari dermaga
BridgeAnjungan/pusat komando kapal, terletak di bagian depan
Buffer zoneDaerah sekitarnya yang area yang terkena (terbakar atau rusak), yang harus didinginkan oleh tim pemadam kebakaran di atas kapal untuk mencegah ekspansi
BulkheadDinding partisi yang digunakan untuk memisahkan berbagai bagian dari kapal, seperti kamar: setiap dinding kapal
BulwarkDinding luar kapal
BunkTempat tidur di kabin
Bunker, toMengisi bahan bakar
BunkersArea penyimpanan bahan bakar
BuoyPenanda/pelampung yang dirantai ke dasar laut atau diikat ke jangkar
C
C.D.CSingkatan dari: ´Center for Disease Control´/ Pusat Pengendalian Penyakit
C1/ D1 visaVisa pelaut khusus Amerika, yang dikeluarkan oleh Konsulat Amerika di negara asal Anda sendiri. Visa ini memungkinkan karyawan non US Citizen untuk bekerja di kapal-kapal yang berbasis dan berangkat di pelabuhan AS
CabinTempat di mana penumpang tinggal dan tidur; untuk awak kapal disebut: klabin kru
Cabin attendantOrang yang bertanggung jawab untuk membersihkan kabin, suite, staterooms (kabin kelas satu), penthouse (griya tawang)
Cable lengthUkuran panjang yang kira-kira sama dengan 100 depa, 600 kaki, atau 182,2 meter
CapstanPoros (spindle) untuk memasang atau menggulung tali, hawser (tali tebal) atau kabel
Cardinal pointsUtara, selatan. timur, barat
Casino departmentBertanggung jawab untuk semua operasi perjudian di atas kapal
Cast offMelepaskan tali sebelum keberangkatan
ChartPeta kelautan untuk memandu kapal
Chief engineerKepala Kamar Mesin
Class A fireKebakaran yang melibatkan bahan padat seperti: kayu, tekstil, kain, plastik; paling baik dipadamkan dengan air
Class B fireKebakaran yang melibatkan cairan dari zat padat, seperti bensin, cat; paling baik dipadamkan dengan alat pemadam busa udara.
Class C firesKebakaran yang melibatkan peralatan listrik; paling baik dipadamkan dengan alat pemadam CO2
CleatPerangkat berbentuk baji untuk membuat tegang tali, hawser (tali tebal)
ClergyTokoh agama yang melakukan kegiatan dan upacara keagamaan di atas kapal
CoamingBibir tinggi pada bendul pintu, jendela dan tempat lain yang dapat dibuka untuk mencegah air masuk
Co-leaderOrang yang ditugaskan dan bertanggung jawab atas keturunan dari kapal dalam sistem evakuasi laut (MES)
ColoursLambang atau bendera kebangsaan dari kapal
Comment cardFormulir yang diisi oleh penumpang sebagai sarana menilai kapal pesiar
CompanionwayTangga
CompassAlat yang digunakan untuk menentukan arah kapal
ConcessionaireSebuah perusahaan yang menyediakan staf manajemen dan karyawan untuk departemen tertentu di kapal
CourseHaluan/arah ke mana kapal sedang menuju
CoxswainOrang yang bertanggung jawab atas sekoci dan/atau rakit penolong
Crew areaDepartemen yang dapat diakses hanya oleh anggota kru
Crew barTerletak di area khusus awak kapal; dapat diakses hanya oleh anggota kru
Crew effects declaration formFormulir bea cukai resmi yang menyatakan semua harta benda pribadi – diisi pada saat mendaftar masuk ke kapal (sign on)
Crew galleyDapur kapal untuk awak kapal/kru
Crew gangwayPintu masuk di mana para anggota kru masuk dan keluar dari kapal; kartu tanda masuk harus di gunakan oleh awak kapal di sini
Crew I.D.Kartu laminasi digunakan untuk tujuan identifikasi; terletak di pintu masuk kapal untuk memberi informasi terbaru tentang apakah anggota kru berada di atas kapal atau di darat
Crew messFasilitas/tempat makan untuk non-perwira: kru / staf
Crew muster stationRuang publik, di mana kru berkumpul
Crew numberSetiap anggota kru kapal menerima nomor kru untuk tujuan identifikasi; nomor ini tercantum pada kartu tanda masuk/I.D
Crew passKartu tanda masuk; lihat: Crew I.D
Cruise fareHarga perjalanan kapal pesiar; tidak termasuk biaya tambahan seperti; pajak, biaya pelabuhan, tiket pesawat dan gratifikasi (tips)
Cruise staff departmentMenangani semua kegiatan hiburan dan sosial bagi penumpang
CustomsBea cukai: badan pemerintah yang mengatur semua barang dan jasa yang masuk ke suatu negara
Customs manifestDokumen yang mendaftar semua barang pribadi karyawan, penumpang dan kargo, juga disebut: Crew List/Daftar Kru
D
D.S.Singkatan dari: ‘Diesel Ship’/ Kapal Diesel
Damage control squadTim yang dilatih khusus dan ditugaskan untuk mengendalikan kerusakan dan perluasan kerusakan tersebut
DavitAlat untuk menurunkan, menaikkan, melemparkan sekoci/Dewi-dewi
Day’s runJarak yang ditempuh oleh kapal dari 12 siang sampai 12 siang hari berikutnya
Dead eyePenutup jendela kapal
Dead lightPenutup jendela kapal berventilasi
DebarkSingkatan dari kata: disembark (turun dari kapal)
DebarkationLihat: disembark
Deck chairKursi yang sediakan di dek; khusus untuk penumpang
Deck floorLantai dek
Deck planDiagram yang menggambarkan lokasi dari semua dek, ruang publik: anjungan, tempat nonton pertunjukkan, bioskop, kabin, staterooms (kabin kelas satu), penthouse (griya tawang) dll ...
Directing pax (passengers)Untuk menginformasikan pax (penumpang) ke mana mereka harus menuju
DisembarkTurun ke darat dari kapal / meninggalkan kapal
DockDalam arti kelautan yang ketat, dock (dermaga) itu adalah ruang air di samping quay, jetty atau wharf di mana kapal mengapung saat sedang dimuat atau dibongkar. Namun, dalam penggunaan umum kata-kata dock, quay, jetty danwharf, (dermaga) digunakan secara sinonim dan be rarti struktur di mana kapal diikat ketika di pelabuhan/dermaga
Door controllerUntuk mengontrol aliran pax (penumpang) melalui pintu
DraftJarak yang diukur antara air dan lunas kapal
Dry dockTempat di mana kapal sama sekali dikeluarkan dari air untuk perbaikan atau perawatan
E
EmbarkNaik ke atas kapal laut / memulai perjalanan / memasuki kapal /
EmbarkationLihat: embark
Emergency escapePintu/jalan keluar vertikal yang memberikan akses ke dek yang lebih tinggi dalam keadaan darurat
Emergency exitPintu sekunder, yang memberikan akses dalam keadaan darurat
Emergency instructionInstruksi yang tercantum dalam ‘emergency instruction booklet’/’buku instruksi darurat’
Emergency planMengandung semua instruksi darurat; grafik/bagan/peta dengan in struksi dapat ditemukan di seluruh kapal untuk semua orang di atas kapal
Emergency stationLokasi di mana Anda menerima instruksi darurat, lihat juga: muster station/tempat berkumpul
Employment agreementKontrak yang mencakup semua syarat dan ketentuan
Engineering departmentBertanggung jawab atas mesin dan semua perbaikan dan perawatan untuk mesin tersebut
Entertainment deptBertanggung jawab atas produksi pertunjukkan, penyanyi, penari, musisi dll, serta hiburan waktu malam
Even keelKapal mengapung tegak; tidak miring ke samping
F
F / DSingkatan dari: ´Fire Damper´Alat peredam kebakaran
F / ESingkatan dari: ´Fire Extinguisher´/ Alat pemadam kebakaran
F / HSingkatan dari: ´Fire Hydrant´/Alat pemadam kebakaran
F / STSingkatan dari: ´Fire Station´/Pos kebakaran
F.R.BSingkatan dari: ´Fast Rescue Boat´/Kapal penolong cepat
F.S.DSingkatan dari: ´Fire Screen Door’/Pintu pemblokir kebakaran
FantailDek yang merupakan atap kabin yang dibangun di belakang kapal
FathomDepa/ukuran panjang: setara dengan enam kaki dan digunakan untuk mengukur kedalaman
FenderBenda apa pun yang melindungi lambung kapal terhadap tabrakan dengan dermaga atau kapal lainnya
Fire doorPintu khusus untuk memblokir api dan asap
Fire squadsTim yang dilatih khusus dan ditugaskan untuk memadamkan kebakaran di atas kapal
Flag of convenience (F.O.C.)Pendaftaran kapal di tempat asing, selain di mana perusahaan tersebut berlokasi
FlagstaffTiang bendera di buritan kapal
Fly / cruisePaket terdiri dari penerbangan dan pelayaran, juga disebut: air & sea/ udara & laut
Fo’ç’s’leSingkatan dari forecastle (bagian di bawah haluan kapal)
ForeBagian depan kapal
Forward (FWD)Bagian depan kapal
FreeportZona terbatas di pelabuhan, di mana item impor bebas bea cukai dijual - bebas dari peraturan dan tarif bea cukai
FunnelCerobong kapal
FWDSingkatan dari: forward/ ke depan
G
G.P.SSingkatan dari: ´Global Positioning System´/Sistem Pemosisi Global
G.R.TSingkatan dari: ‘Gross Registered Tonnage’ /Tonase kotor terdaftar; setiap ton setara dengan 100 meter kubik ruangan dalam kapal
G.R.Z.Singkatan dari: ‘Gross Registered Zone’/Zona kotor terdaftar; ini mengacu pada seluruh interior kapal
G.T.SSingkatan dari: ´Gas Turbine Ship´/ Kapal Turbin Gas
GalleyDapur kapal, area-area dapur
GangwayPintu masuk di sisi kapal untuk kru atau pemuatan persediaan
GratuitiesTips yang dibayar pada akhir pelayaran pesiar oleh penumpang
Guest cabinTempat menginap penumpang: suite, stateroom (kabin kelas satu) Gunwale bagian dari sisi kapal di bawah tingkat dek yang dapat dilepas
Guest gangwayPintu masuk di mana penumpang turun atau naik kapal
Guest lecturerSeorang individu yang menyajikan format diskusi khusus untuk hobi, keterampilan, topik atau kegiatan tertentu
Guiding paxMenjemput sekelompok pax (penumpang) dan mengantar mereka ke sekoci dan/atau kapal penolong
H
HatchTutup palkah (lubang pasa geladak/dek kapal)
HawserKabel/tali besar dan tebal yang digunakan untuk mengamankan dan derek kapal
Hawser pipePipa besar di haluan yang berisi rantai jangkar atau hawser (kabel kapal)
HeadFasilitas kamar kecil
HeaveOrang mendengar perintah ‘heave’ (angkat) ketika suatu objek, barang muatan, atau perahu akan diangkat ke atas kapal dengan cara menggunakan kabel, tali atau crane
Heave toOrang mendengar ‘heaving to” ketika kecepatan dan haluan dari kapal diubah dalam laut bergelora dalam rangka untuk menempatkan kapal dalam posisi yang optimal dalam kaitannya dengan gelombang
Heavy seasLaut bergelora/air bergelora
HelmIstilah umum yang mengacu pada roda kemudi kapal dan tiang di mana kemudi ini terpasang
High seas operatorOperator telepon untuk koneksi dari kapal ke pantai atau pantai untuk kapal
HoldInterior kapal di bawah geladak/dek di mana kargo disimpan
Hotel dep.Departemen yang bertanggung jawab atas semua catering, tata graha, bar, dan layanan hotel lainnya
Hotel managerKepala departemen hotel/layanan penumpang yang mencakup: dapur, dapur kru, bar, restoran, departemen tata graha (housekeeping); juga: chief purser (Direktur operasi kapal)
House flagBendera yang menunjukkan perusahaan kapal pesiar mana yang memiliki kapal yang bersangkutan
Housekeeping departmentDepartemen yang menangani operasi sehari-hari untuk kebersihan kabin/staterooms (kabin kelas satu) penumpang
I
I.B.Singkatan dari: ‘Ice Breaker’ (Kapal pemecah es)
I.C.C.L.Singkatan dari: ´International Council of Cruise Lines´
I.L.O.Singkatan dari:`International Labour Organisation´ (Organisasi Buruh Internasional)
I.M.O.Singkatan dari: ‘International Maritime Organisation’ (Organisasi Maritim Internasional)
InboardMengarah ke bagian tengah kapal (kabin di bagian tengah kapal tidak memiliki jendela/porthole)
Inside cabinKabin tanpa jendela atau portholes
J
Jacob’s ladderTangga tali
K
KeelBagian dasar kapal
KnotSatuan kecepatan, setara dengan satu mil laut per jam. 1 knot setara dengan 1,15 mil per jam atau 1,852 kilometer per jam. Berlayar dengan kecepatan 20 knot berarti berlayar dengan kecepatan sekitar 37 km/ jam
L
L.O.E.Singkatan dari: ‘Letter of Employment´ (Surat Kerja) Log catatan harian kecepatan dan kemajuan kapal
LandlineSaluran telepon, untuk digunakan ke dan dari darat, hanya dapat digunakan di pelabuhan
LandlubberSiapa saja yang tidak terbiasa dengan kehidupan di laut
Lateral thrust unitKapal pesiar dilengkapi dengan lateral thrust units (unit dorong lateral) yang mendukung kemampuan kapal untuk manuver secara lebih baik. Lateral thrust units (unit dorong lateral) ini mendorong kapal ke samping, atau ke arah atau lepas dari dermaga.
LatitudeLintang; jarak sudut yang diukur dalam derajat utara dan selatan dari khatulistiwa
LeaderKoordinator sistem
LeagueUkuran jarak; 1 league setara dengan sekitar 3,5 mil laut
LeeSisi kapal yang menghadap angin
LeewardArah ke mana angin bertiup
Length O.ASingkatan dari: ‘Length OverAll´ (Panjang maksimum dari lambung kapal diukur sejajar dengan permukaan air)
Letter of employmentDokumen tertulis dari perusahaan sebagai bukti kerja, biasanya dibutuhkan oleh konsulat untuk visa
Life raft crewTim yang ditugaskan untuk memandu orang yang sedang dievakuasi dalam hal rakit penolong akan digunakan
LineTali/kabel apapun yang lebih kecil daripada hawser (kabel/tali besar dan tebal)
List, toCondong/miring ke satu sisi
LongitudeBujur: jarak sudut yang diukur dalam derajat timur atau barat dari Meridian Utama di Greenwich, Inggris
Lower bedTempat tidur di bawah tempat tidur atas
Lowering teamKru/staf yang ditugaskan untuk menurunkan sekoci dan rakit penolong di atas kapal dalam keadaan darurat
M
M.E.S.Singkatan dari: ´Maritime Evacuation System´ (Sistem Evakuasi Maritim)
M.E.S. evacuation teamTim yang ditugaskan untuk mengoperasikan M.E.S. dalam keadaan darurat
M.F.L.Singkatan dari: ´Main Fire Locker´ (Tempat penyimpanan peralatan pemadam kebakaran)
M.S.Singkatan dari: ´Motor Ship´ (kapal didorong oleh sebuah mesin pembakaran internal)
M.S.C.Singkatan dari:´Maritime Safety Committee’ (Komite Keselamatan Maritim)
M.T.S.Singkatan dari:´Motor Turbine Ship´ ((kapal didorong oleh sebuah mesin turbin)
M.V.Singkatan dari: ´Motor Vessel´(kapal kecil didorong oleh sebuah mesin pembakaran internal)
Maiden voyagePerjalanan pertama resmi sebuah kapal pesiar
Main seatingWaktu makan pertama (sarapan, makan siang dan makan malam semua dihidangkan dua kali pada waktu yang berbeda)
ManifestDaftar penumpang, kru, dan atau barang (lihat juga: custom’s manifest)
Maritime lawHukum kelautan; hukum internasional yang mengatur semua orang yang dipekerjakan di laut.
MasterNakhoda/kapten
Medical dep.Departemen yang menangani kesejahteraan kesehatan dari semua pax (penumpang) dan seluruh karyawan kapal pesiar
MID.Singkatan dari: ´middle part of the ship´ (bagian tengah kapal) Mess ruang makan untuk kru/sta; bukan untuk pax (penumpang)
MusterMengumpulkan penumpang/awak kapal
Muster stationRuang publik di mana pax (penumpang) berkumpul
N
Nautical mileSatu mil laut adalah 6080 kaki atau 600 kaki lebih panjang dari satu mil standar (statute mile)
NavigationMengarahkan kapal dengan bantuan satelit navigasi; menentukan haluan dan mempertahankan haluan disebut navigasi
Non E.E.C.Bukan anggota Masyarakat Eropa (European Community)
O
Off seasonPeriode tahun yang tidak sibuk untuk kapal pesiar
Officer’s messRuang makan untuk perwira; bukan untuk kru/staf atau penumpang
OffshoreLepas pantai
Open sittingAkses bagi penumpang untuk makan di tempat manapun di restoran; berbeda dengan meja dan waktu makan yang ditetapkan
OutboardKe arah atau dekat sisi-sisi kapal (kabin outboard biasanya memiliki jendela/porthole)
Outside cabinKabin, stateroom (kabin kelas satu) atau penthouse (griya tawang) dengan jendela dan/atau pemandangan ke laut
P
P&I medicalAsuransi kesehatan ‘Protection and Indemnity’ (Perlindungan dan Penggantian Rugi/Jaminan) seperti yang dipersyaratkan oleh hukum kelautan internasional selama memiliki kontrak di atas kapal laut
P.V.S.A.Singkatan dari: ´Passenger Vessel Services Act´
PAXSingkatan dari passenger (penumpang)
Payroll enrollment formFormulir gaji yang menyatakan semua pendapatan dan pemotongan; diperlukan saat mendaftar masuk (signing on)
Photo shop dep.Departemen yang bertanggung jawab untuk memfoto acara, kegiatan, pesta sambutan, pesta perpisahan, potret, dll .. Pier area di mana kapal bisa berlabuh
PilotPilot menyarankan manajemen anjungan kapal, misalnya saat memasuki pelabuhan
PitchNaik turunnya kapal saat berlayar
Plimsoll lineSalah satu dari beberapa tanda yang dicat di lambung kapal di atas permukaan air untuk mencegah pemuatan yang berlebihan
PortKe kiri menghadap ke depan, ditandai dengan lampu merah navigasi; artinya juga: pelabuhan/dermaga, di mana kapal berlabuh dan penumpang turun dan/atau naik
Port agentOrang atau kantor yang memiliki koneksi resmi dengan semua pihak yang berwenang setempat
Port chargesTarif dan pajak penumpang yang harus dibayar kepada otoritas pemerintah di pelabuhan; biasanya termasuk dalam harga perjalanan kapal pesiar
PortholesJendela bulat di kabin / kabin kru, juga: jendela kapal bundar
POSHSingkatan dari:´Port Out Starboard Home´ (sisi kiri saat keluar, sisi kanan saat pulang)
Position descriptionPenjelasan tentang pekerjaan Anda secara tertulis
ProspectPelanggan potensial
ProwHaluan kapal
Q
Quarter deckBagian belakang dek atas
QuayDermaga atau jetty
R
RailingPagar pelindung di sekitar semua dek terbuka di kapal
RatingNon-perwira/posisi/peringkat
RebuildMenambahkan panjangnya kapal dengan membedah dan memasukkan bagian baru dalam lambung kapal
RegistryPendaftaran: formalitas administrasi: kapal selalu terdaftar di pelabuhan
Report to lifeboat stationMelapor ke pos sekoci
Report to the bridgeMelapor atau informasikan ke anjungan
Repositioning cruiseKetika kapal berpindah ke daerah baru untuk musim baru
Rescue teamKru yang dilatih secara khusus dan ditugaskan untuk membantu dan mengoperasikan kegiatan penyelamatan
RollGerakan kapal sisi ke sisi saat berlayar
RudderPerangkat kemudi yang mirip dengan sirip; di bawah permukaan laut
Running lightsTiga lampu; warna hijau di sisi kanan, warna merah di sisi kiri dan warna putih di atas tiang
S
S.O.L.A.S.Konvensi Internasional ‘Safety Of Life At Seas’; dikeluarkan oleh PBB
S.S.Singkatan dari: ‘Steam Ship’ /Kapal uap
S.T.C.WKonvensi Internasional ´Standards of Training, Certification and Watch keeping´ untuk pelaut
S.T.R.Singkatan dari: ´Steamer´/Kapal uap
Safety orientationPetunjuk keselamatan pada hari-hari pertama di laut, untuk mematuhi ketentuan dan peraturan S.O.L.A.S.
Sailing timeWaktu keberangkatan sesuai jadwal
ScrewBaling-baling kapal
ScuppersSaluran air yang sempit di bawah rel kapal, juga: sistem pengurasan dek
Second seatingWaktu makan kedua setelah waktu makan pertama (sarapan, makan siang dan makan malam semua dihidangkan dua kali pada waktu yang berbeda)
Shake down cruisePelayaran percobaan kapal guna membenahi semua masalah yang ada; dilangsungkan dekat galangan, sebelum pelayaran pertama
Shell doorPembukaan luar di atas permukaan air untuk pilot, penyimpanan dll ... juga: gangway-, pintu masuk persediaan
Shore excursionsTamasya di kota tempat berlabuh kapal; tidak termasuk dalam harga pesiaran; harus dipesan dan dibayar di atas kapal
Shore leaveAnggota kru/staf tidak bertugas di darat/cuti
Single occupancyHanya satu orang yang menempati kabin, stateroom (kabin kelas satu), atau penthouse (griya tawang)
Skipper, theNakhoda/kapten
SlopToko kru dikelola oleh anggota kru
SoundingKedalaman air / pengukuran kedalaman air
Space ratioPengukuran: G.R.T (Tonase Kotor Terdaftar) dibagi jumlah penumpang
StabilizerSebuah ‘sirip’ yang dapat ditarik masuk dan menonjol dari kedua sisi kapal untuk berlayar halus
StackCerobong asap kapal
Staff, theStaff captain/deputi nakhoda/kapten
Starboard (STBD)Ke kanan, menghadap ke depan ditandai dengan lampu navigasi hijau
SternBagain belakang kapal
StowMemuat kargo atau persediaan
StowawayPenumpan gelap
T
T.B.A.Singkatan dari: ‘To Be Announced’ (Akan Diumumkan) atau: ‘To Be As sign’ (Akan Ditugaskan)
T.S.Singkatan dari: ‘Twin Screw’ /Sejenis Kapal uap
T.S.S.Singkatan dari: ‘Turbo Steam Ship’ (Kapal Uap Turbo) dan singkatan dari: ‘Turbine Steam Ship’ (Kapal Uap Turbin)
TenderPerahu kecil digunakan untuk mengangkut penumpang ke dan dari pantai saat kapal berlabuh
TopsideDek-dek atas
TransfersTransportasi antara kapal dan bandara, hotel, dll ..
U
U.K.P.H.Singkatan dari: ´United Kingdom Public Health´ (Kesehatan Masyarakat Britania Raya)
U.S.P.H.Singkatan dari: ‘United States Public Health’ (Kesehatan Masyarakat Amerika Serikat)
Under wayIstilah ini tidak selalu berarti bahwa kapal sudah berjalan: itu hanya berarti bahwa jangkar telah diangkat, atau tali/kabel sudah lepas dan kapal siap untuk berangkat
UpgradeMenyediakan posisi/kabin yang lebih baik daripada yang dibayar
V
V.S.P.Singkatan dari:´Vessel Sanitation Program´ (Program Sanitasi Kapal)
W
W.H.O.Singkatan dari: ´World Health Organization´ (Organisasi Kesehatan Dunia)
W.T.D.Singkatan dari: ´Water Tight Door´ (Pintu Kedap Air)
WakeAir berbusa yang bergejolak di belakang kapal, disebabkan oleh gerakan baling-baling; arus ikut
WatchPenjagaan kapal; biasanya periode tugas selama 4 jam
Weigh anchorAngkat jangkar dalam persiapan untuk berangkat
WheelhouseBagian dari anjungan di mana terdapat roda kemudi
WindwardArah menuju angin
Working alleyLorong utama di daerah awak kapal
Y
YawPenyimpangan dari haluan kapal

Lanjut ke halaman berikutnya:

Suka Duka Kerja Di Kapal Pesiar?

Content is protected